olahraga.online Prestasi olahraga Indonesia di ajang internasional tidak lepas dari kontribusi atlet muda yang tampil konsisten dan kompetitif. Hal ini disoroti langsung oleh Erick Thohir, yang menilai regenerasi atlet menjadi fondasi utama keberlanjutan prestasi nasional. Menurutnya, keberhasilan Indonesia meraih banyak medali di SEA Games menunjukkan bahwa pembinaan usia muda mulai menunjukkan hasil nyata.
Atlet-atlet muda dinilai tidak hanya mengisi kekosongan regenerasi, tetapi juga mampu tampil sebagai penentu hasil. Mereka membawa energi baru, adaptif terhadap metode latihan modern, serta lebih cepat menyerap sport science yang kini menjadi bagian penting pembinaan prestasi.
Regenerasi Bukan Sekadar Mengganti Atlet Senior
Erick Thohir menekankan bahwa regenerasi bukan hanya soal mengganti atlet senior yang pensiun. Regenerasi harus dipahami sebagai proses sistematis, mulai dari pencarian bakat, pembinaan berjenjang, hingga pendampingan menuju level elite. Tanpa sistem yang berkesinambungan, prestasi hanya bersifat sementara.
Ia menilai bahwa beberapa cabang olahraga telah berhasil menjalankan pola regenerasi dengan baik, terlihat dari munculnya atlet muda yang langsung kompetitif di ajang regional. Namun, masih ada cabang lain yang perlu pembenahan serius agar tidak tertinggal.
Skema Bonus sebagai Bentuk Apresiasi dan Motivasi
Selain soal regenerasi, perhatian publik juga tertuju pada skema bonus bagi atlet dan pelatih. Erick Thohir menjelaskan bahwa bonus bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengorbanan atlet. Skema bonus yang jelas dan transparan dinilai penting untuk menjaga motivasi serta rasa keadilan.
Ia menegaskan bahwa pelatih juga memiliki peran krusial dalam keberhasilan atlet. Oleh karena itu, sistem bonus harus mempertimbangkan kontribusi tim secara menyeluruh, bukan hanya individu yang tampil di podium. Dengan pendekatan ini, ekosistem pembinaan diharapkan menjadi lebih sehat dan berorientasi jangka panjang.
Evaluasi Cabang Olahraga Berbasis Target
Erick Thohir juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap setiap cabang olahraga. Evaluasi tidak boleh didasarkan pada popularitas cabang atau besarnya basis penggemar, melainkan pada pencapaian target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Cabang yang berhasil memenuhi atau melampaui target perlu mendapatkan penguatan lanjutan, sementara cabang yang belum mencapai target harus dievaluasi secara objektif. Evaluasi ini mencakup kualitas pembinaan, efektivitas program latihan, serta manajemen organisasi cabang olahraga tersebut.
Penguatan Program DBON
Salah satu instrumen penting dalam pembinaan olahraga nasional adalah Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON. Erick Thohir menilai DBON harus menjadi acuan utama dalam menentukan arah kebijakan olahraga Indonesia.
Melalui DBON, pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga diharapkan memiliki peta jalan yang jelas, mulai dari pembinaan usia dini hingga pencapaian prestasi internasional. Penguatan DBON berarti memastikan seluruh cabang olahraga bergerak dalam satu visi, bukan berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.
Penataan Prioritas Pembinaan Cabang Olahraga
Dengan keterbatasan sumber daya, Erick Thohir menegaskan pentingnya penataan prioritas. Tidak semua cabang olahraga dapat diperlakukan sama dalam hal alokasi anggaran dan fasilitas. Cabang dengan potensi medali tinggi dan sistem pembinaan yang jelas perlu mendapatkan prioritas lebih besar.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa cabang non-unggulan tidak boleh diabaikan sepenuhnya. Pembinaan dasar tetap harus berjalan agar peluang prestasi di masa depan tetap terbuka. Pendekatan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara prestasi jangka pendek dan pembangunan jangka panjang.
Peran Sport Science dan Manajemen Modern
Dalam konteks evaluasi dan regenerasi, Erick Thohir menekankan pentingnya sport science dan manajemen modern. Atlet muda saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga pendekatan konvensional tidak lagi cukup.
Pemanfaatan data performa, analisis biomekanik, nutrisi, serta pemulihan fisik menjadi bagian tak terpisahkan dari pembinaan. Cabang olahraga yang mampu mengintegrasikan sport science dinilai memiliki peluang lebih besar untuk konsisten berprestasi.
Tantangan Menuju Prestasi Berkelanjutan
Meski optimistis, Erick Thohir mengakui bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Persaingan di level Asia Tenggara saja semakin ketat, dengan negara lain juga gencar melakukan regenerasi dan investasi besar di sektor olahraga.
Oleh karena itu, Indonesia tidak boleh cepat puas dengan capaian saat ini. Evaluasi harus dilakukan secara rutin dan berani mengambil keputusan strategis, termasuk merombak sistem pembinaan yang tidak lagi relevan.
Harapan terhadap Atlet dan Pemangku Kepentingan
Erick Thohir berharap atlet muda yang telah mencicipi prestasi internasional dapat menjadi role model bagi generasi berikutnya. Sikap disiplin, kerja keras, dan mental juara perlu diwariskan agar tradisi prestasi terus terjaga.
Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, federasi olahraga, hingga masyarakat—untuk mendukung kebijakan pembinaan berbasis evaluasi dan data. Tanpa dukungan kolektif, target besar olahraga nasional akan sulit tercapai.
Kesimpulan: Regenerasi dan Evaluasi sebagai Pondasi Masa Depan
Pernyataan Erick Thohir menegaskan bahwa masa depan olahraga Indonesia bertumpu pada regenerasi atlet yang terencana, skema bonus yang adil, serta evaluasi cabang olahraga berbasis target. Penguatan DBON dan penataan prioritas menjadi langkah strategis agar pembinaan berjalan efektif.
Dengan pendekatan yang konsisten dan modern, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan prestasi di ajang regional, tetapi juga meningkatkan daya saing di level yang lebih tinggi. Regenerasi bukan pilihan, melainkan keharusan demi prestasi olahraga nasional yang berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform monitorberita.com
