Latihan angkat beban deadlift dikenal sebagai salah satu gerakan paling efektif dalam dunia kebugaran. Gerakan ini mampu merangsang hampir seluruh kelompok otot utama tubuh, mulai dari kaki, pinggul, punggung, hingga otot inti. Selain itu, deadlift juga membantu meningkatkan kekuatan fungsional serta membakar lemak secara signifikan.
Namun di balik manfaatnya yang besar, deadlift juga termasuk latihan dengan risiko cedera yang cukup tinggi apabila dilakukan dengan teknik yang keliru. Cedera punggung bawah, hamstring, hingga bahu sering kali berawal dari kesalahan posisi dan kurangnya pemahaman teknik dasar. Oleh karena itu, memahami cara berlatih deadlift yang benar menjadi kunci utama agar manfaatnya optimal tanpa membahayakan tubuh.
Berikut ini panduan lengkap kiat berlatih deadlift agar aman dan terhindar dari cedera, mulai dari teknik dasar, kesalahan yang sering terjadi, hingga tips tambahan untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Mengapa Deadlift Sangat Efektif?
Deadlift termasuk latihan compound, yakni gerakan yang melibatkan banyak sendi dan kelompok otot sekaligus. Saat melakukan deadlift, otot kaki (quadriceps dan hamstring), glutes, otot inti (core), punggung bawah, punggung atas, hingga lengan bekerja secara bersamaan.
Menurut berbagai sumber kebugaran, termasuk Coach Mag, deadlift bukan hanya meningkatkan kekuatan, tetapi juga memperbaiki postur tubuh, kepadatan tulang, serta performa fisik dalam aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang atau berdiri dari posisi duduk.
Teknik Dasar Deadlift yang Benar
Pelatih kebugaran Andy McKenzie menjelaskan bahwa posisi awal sangat menentukan keamanan latihan deadlift. Berikut tahapan dasar yang perlu diperhatikan:
1. Posisi Kaki dan Pegangan
Berdirilah dengan jarak kaki selebar bahu. Posisi palang barbel berada tepat di atas punggung kaki. Pegang palang dengan tangan berada sedikit di luar posisi kaki. Pastikan genggaman kuat dan stabil.
2. Posisi Pinggul dan Punggung
Dorong pinggul ke belakang seolah hendak duduk, bukan menekuk punggung. Punggung harus tetap netral dan rata, bukan membungkuk atau melengkung berlebihan. Tulang belakang harus berada pada satu garis lurus dari kepala hingga tulang ekor.
3. Posisi Kepala dan Pandangan
Kepala harus berada dalam posisi netral. Pandangan diarahkan ke depan, bukan ke atas atau ke bawah. Menjaga dagu tetap sejajar membantu mempertahankan keseimbangan dan mencegah tekanan berlebih pada leher.
4. Tarik Napas dan Aktivasi Otot Inti
Sebelum mengangkat beban, tarik napas dalam-dalam ke perut dan tahan sejenak. Teknik ini membantu menstabilkan otot inti (bracing) sehingga tulang belakang terlindungi saat mengangkat beban berat.
5. Gerakan Mengangkat Beban
Dorong lantai menjauh dengan kaki sambil mendorong pinggul ke depan. Barbel harus bergerak dekat dengan tubuh, menyentuh paha bagian depan. Bahu tetap sedikit di depan tangan hingga palang melewati pertengahan paha.
6. Posisi Akhir
Di posisi berdiri tegak, tubuh lurus tanpa condong ke belakang. Jangan melakukan gerakan “mengunci” berlebihan pada punggung bawah. Turunkan kembali beban dengan kontrol dan teknik yang sama.
Kesalahan Umum Saat Melakukan Deadlift
Banyak cedera terjadi bukan karena beban terlalu berat, melainkan karena teknik yang salah. Berikut kesalahan yang paling sering dilakukan:
1. Bertumpu pada Punggung
Kesalahan paling fatal adalah mengangkat beban dengan punggung, bukan dengan otot kaki dan pinggul. Hal ini menyebabkan tekanan besar pada tulang belakang dan meningkatkan risiko cedera punggung bawah.
2. Punggung Melengkung
Punggung yang membulat saat mengangkat beban adalah tanda kurangnya kekuatan otot inti atau beban yang terlalu berat. Posisi ini sangat berbahaya bagi tulang belakang.
3. Barbel Terlalu Jauh dari Tubuh
Barbel yang menjauh dari tubuh akan memperbesar momen gaya dan membebani punggung bawah. Idealnya, palang selalu dekat dengan kaki dan paha selama gerakan.
4. Tidak Melakukan Pemanasan
Langsung mengangkat beban berat tanpa pemanasan meningkatkan risiko cedera otot dan sendi. Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah dan fleksibilitas otot.
Tips Pelatih untuk Mencegah Cedera Deadlift
Pelatih kebugaran Tony Gentilcore memberikan analogi sederhana namun efektif: bayangkan sedang memeras jeruk di ketiak saat melakukan deadlift. Cara ini membantu mengaktifkan otot punggung atas dan menjaga posisi bahu tetap stabil.
Alternatif lain, bayangkan mendorong lantai menjauh dengan kaki, bukan menarik barbel ke atas. Fokus ini akan mengalihkan beban kerja ke otot kaki dan pinggul, sehingga punggung lebih aman.
Pemanasan Wajib Sebelum Deadlift
Agar latihan lebih aman, lakukan pemanasan berikut:
- Dynamic stretching pada hamstring, pinggul, dan punggung
- Glute activation seperti glute bridge atau hip thrust ringan
- Deadlift tanpa beban atau dengan beban sangat ringan untuk adaptasi gerakan
Pemanasan yang baik dapat mengurangi kesalahan teknik dan meningkatkan kualitas latihan.
Tips Tambahan untuk Pemula
Bagi pemula, sebaiknya:
- Mulai dengan beban ringan dan fokus pada teknik
- Gunakan cermin atau minta pengawasan pelatih
- Jangan terburu-buru menaikkan beban
- Gunakan sepatu dengan sol datar untuk stabilitas
Ingat, progres yang aman jauh lebih penting daripada beban berat yang berisiko.
Kesimpulan
Deadlift adalah latihan luar biasa dengan manfaat besar bagi kekuatan dan komposisi tubuh. Namun, tanpa teknik yang benar, latihan ini bisa menjadi sumber cedera serius. Dengan memahami posisi tubuh yang tepat, menghindari kesalahan umum, serta melakukan pemanasan dan kontrol napas yang baik, risiko cedera dapat ditekan seminimal mungkin.
Latihan deadlift seharusnya membangun tubuh, bukan merusaknya. Fokus pada kualitas gerakan, dengarkan sinyal tubuh, dan jadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap sesi angkat beban.
Baca juga : 7 Manfaat Jogging Pagi untuk Kesehatan Warga Tulungagung
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : kalbarnews

