olahraga.online Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menggelar Indonesia Sports Summit (ISS) sebagai upaya memperkuat peran olahraga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ajang berskala nasional ini digagas untuk menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, atlet, akademisi, investor, dan generasi muda dalam satu ruang kolaborasi besar.
ISS diadakan di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, dan menjadi bagian penting dari peta jalan Kemenpora untuk mengembangkan industri olahraga berbasis inovasi, investasi, dan inklusivitas.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa acara ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan langkah konkret menuju ekosistem olahraga yang berdaya saing global. “Olahraga tidak hanya soal prestasi, tapi juga bagian dari ekonomi kreatif. Kita ingin menjadikan olahraga sebagai penggerak ekonomi nasional dan pencipta lapangan kerja baru,” ujarnya.
Membangun Ekosistem Olahraga Modern
Melalui Indonesia Sports Summit, Kemenpora berupaya menghadirkan platform dialog lintas sektor untuk merumuskan strategi pengembangan industri olahraga yang berkelanjutan. Acara ini mempertemukan lebih dari seratus pemangku kepentingan, termasuk federasi olahraga, sponsor, media, startup teknologi, hingga lembaga pendidikan.
Diskusi dalam forum ini difokuskan pada tiga pilar utama:
- Penguatan ekosistem industri olahraga nasional.
- Peningkatan daya saing atlet dan organisasi olahraga.
- Transformasi olahraga menuju ekonomi hijau dan digital.
Pendekatan lintas sektor diharapkan dapat mempercepat proses transformasi industri olahraga agar tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada manfaat ekonomi dan sosial.
Olahraga Sebagai Penggerak Ekonomi Baru
Kemenpora menilai sektor olahraga memiliki potensi besar untuk menjadi motor ekonomi baru Indonesia. Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa kontribusi industri olahraga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih dapat ditingkatkan, terutama melalui sektor turisme olahraga, event internasional, dan inovasi digital.
Erick Thohir mencontohkan bagaimana negara-negara seperti Inggris dan Jepang berhasil menjadikan olahraga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Menurutnya, Indonesia memiliki modal serupa—populasi muda yang besar, minat olahraga yang tinggi, serta kemajuan teknologi yang cepat.
Dengan sinergi pemerintah dan swasta, olahraga dapat menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi kreatif nasional. “Kita ingin menghadirkan paradigma baru bahwa olahraga bukan hanya hobi, tapi karier, bisnis, dan kontribusi bagi pembangunan nasional,” tutur Menpora.
Kolaborasi Lintas Sektor
Salah satu fokus utama ISS adalah membangun kolaborasi lintas sektor. Pemerintah menyadari bahwa pengembangan olahraga tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan dukungan dari dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas masyarakat.
Dalam forum tersebut, sejumlah perusahaan swasta menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan federasi olahraga dan lembaga pendidikan untuk mendukung program pengembangan talenta muda. Selain itu, startup teknologi di bidang sport analytics juga terlibat dalam diskusi mengenai pemanfaatan data untuk peningkatan performa atlet.
“Olahraga masa depan tidak bisa lepas dari data dan teknologi. Kolaborasi ini memastikan setiap cabang olahraga bisa berkembang dengan efisiensi dan transparansi,” ujar salah satu perwakilan industri teknologi yang hadir.
Pemberdayaan Atlet dan Generasi Muda
Kemenpora melalui ISS juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan generasi muda. Forum ini menghadirkan berbagai sesi inspiratif yang menampilkan kisah sukses atlet dan wirausahawan muda di dunia olahraga.
Para peserta diajak memahami bahwa olahraga bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang pembangunan karakter, kepemimpinan, dan semangat kompetitif.
Program mentoring, pelatihan kewirausahaan olahraga, dan inkubasi startup menjadi bagian penting dalam acara ini. Dengan demikian, diharapkan muncul generasi baru pelaku industri olahraga yang mampu berinovasi dan bersaing di tingkat internasional.
Mendorong Investasi dan Keberlanjutan
Salah satu capaian penting ISS adalah terbukanya peluang investasi di sektor olahraga. Pemerintah berkomitmen memberikan insentif bagi investor yang ingin membangun fasilitas olahraga, mendukung event internasional, atau mengembangkan industri penunjang seperti merchandise, media digital, dan turisme olahraga.
Selain itu, Kemenpora juga mendorong konsep green sports industry, di mana setiap penyelenggaraan kegiatan olahraga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Konsep ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Indonesia yang menempatkan ekonomi hijau sebagai prioritas.
Sinergi Menuju Olahraga Nasional yang Unggul
ISS menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menata ulang arah pembangunan olahraga nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Kapabilitas industri olahraga Indonesia dinilai mampu menembus pasar global jika dikelola secara profesional. Dengan dukungan regulasi yang tepat, infrastruktur memadai, dan sumber daya manusia yang kompeten, olahraga dapat menjadi pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menpora menutup pernyataannya dengan optimisme. “Indonesia punya potensi besar. Kita harus berani menjadikan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi bangsa. Dengan kolaborasi, visi itu bukan sekadar mimpi, tapi kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama.”
Kesimpulan
Penyelenggaraan Indonesia Sports Summit menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan olahraga nasional. Acara ini tidak hanya menyoroti prestasi, tetapi juga menempatkan olahraga sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat, Indonesia tengah menuju babak baru: menjadikan olahraga sebagai penggerak ekonomi, sumber inovasi, dan sarana memperkuat identitas bangsa.

Cek Juga Artikel Dari Platform koronovirus.site
