olahraga.online Pemerintah terus memperkuat arah pembangunan olahraga nasional. Salah satu langkah penting dilakukan melalui Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON. Program ini menjadi pedoman jangka panjang dalam mencetak atlet berprestasi dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Melalui revisi terbaru, Kementerian Pemuda dan Olahraga menetapkan 21 cabang olahraga unggulan. Cabang-cabang ini dipilih sebagai fokus utama pembinaan nasional karena memiliki potensi prestasi tinggi serta peluang besar di level regional dan dunia.
Penetapan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis prestasi jangka panjang.
Apa itu Desain Besar Olahraga Nasional
DBON merupakan peta jalan pembangunan olahraga Indonesia. Program ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembinaan sejak usia dini hingga atlet elite.
Melalui DBON, pembinaan olahraga dilakukan secara terstruktur. Setiap tahap memiliki target jelas, mulai dari pencarian bakat, pembinaan berjenjang, hingga prestasi internasional.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik olahraga nasional, seperti pembinaan yang tidak konsisten dan minim kesinambungan.
Alasan penetapan cabang unggulan
Penetapan cabang olahraga unggulan bukan dilakukan secara acak. Kemenpora mempertimbangkan berbagai faktor penting.
Beberapa di antaranya adalah sejarah prestasi, potensi atlet, tingkat persaingan internasional, serta peluang meraih medali pada ajang multievent.
Cabang olahraga yang memiliki peluang realistis untuk bersaing di tingkat Asia dan dunia mendapat prioritas utama.
Selain itu, ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia juga menjadi pertimbangan.
Daftar 21 cabang olahraga unggulan DBON
Dalam revisi terbaru DBON, terdapat 21 cabang olahraga yang menjadi fokus pembinaan nasional, yaitu:
- Atletik
- Angkat besi
- Angkat berat
- Bulu tangkis
- Panahan
- Menembak
- Taekwondo
- Karate
- Pencak silat
- Judo
- Tinju
- Wushu
- Senam
- Renang
- Dayung
- Balap sepeda
- Sepak bola
- Bola voli
- Bola basket
- Rugby
- Selancar ombak
Cabang-cabang tersebut dinilai memiliki potensi kuat untuk mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional.
Fokus pembinaan jangka panjang
Dengan adanya daftar cabang unggulan, pembinaan tidak lagi bersifat sementara. Pemerintah ingin memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Setiap cabang akan memiliki rencana pembinaan jangka panjang. Target prestasi disusun berdasarkan periode tertentu, bukan hanya menjelang ajang besar.
Model ini diharapkan mampu menghasilkan atlet yang matang secara fisik, mental, dan teknik.
Peran daerah dalam DBON
Keberhasilan DBON tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah memegang peran penting dalam pembinaan awal.
Daerah menjadi basis utama pencarian bakat. Atlet muda potensial diharapkan dapat terdata sejak dini.
Melalui sinergi pusat dan daerah, pembinaan bisa dilakukan lebih merata dan berkesinambungan.
Pendekatan ini juga membuka peluang pemerataan prestasi olahraga di seluruh wilayah Indonesia.
Peningkatan kualitas pelatih dan sport science
DBON juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih. Pelatih menjadi ujung tombak dalam mencetak atlet berprestasi.
Selain itu, penerapan sport science menjadi bagian penting dalam pembinaan modern.
Penggunaan data, analisis fisik, nutrisi, dan pemulihan atlet diharapkan mampu meningkatkan performa secara optimal.
Pendekatan ilmiah ini menjadi standar baru dalam dunia olahraga profesional.
Infrastruktur dan fasilitas latihan
Pemerintah juga mendorong penguatan fasilitas olahraga. Pusat latihan nasional dan daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan cabang unggulan.
Fasilitas latihan yang memadai menjadi syarat utama agar atlet dapat berkembang maksimal.
Melalui DBON, pembangunan infrastruktur olahraga diharapkan lebih tepat sasaran.
Target prestasi internasional
Penetapan 21 cabang unggulan berkaitan erat dengan target prestasi internasional.
Indonesia diharapkan mampu meningkatkan perolehan medali di ajang Asia hingga Olimpiade.
Dengan fokus yang lebih jelas, pembinaan dapat diarahkan pada cabang yang memiliki peluang realistis untuk bersaing di level tertinggi.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding pembinaan yang tersebar tanpa prioritas.
Tantangan dalam pelaksanaan DBON
Meski memiliki konsep yang kuat, DBON tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Koordinasi antar lembaga, pendanaan, serta konsistensi kebijakan menjadi faktor krusial.
Tanpa komitmen jangka panjang, program ini berisiko berjalan tidak maksimal.
Karena itu, evaluasi rutin dan pengawasan menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Harapan ke depan
Melalui DBON, pemerintah berharap tercipta sistem olahraga nasional yang lebih modern dan profesional.
Atlet tidak hanya disiapkan untuk kompetisi, tetapi juga dibentuk sebagai individu yang berkarakter dan berdaya saing global.
Masyarakat juga diharapkan semakin terlibat dalam ekosistem olahraga nasional.
Kesimpulan
Penetapan 21 cabang olahraga unggulan dalam DBON menjadi langkah strategis dalam pembangunan olahraga Indonesia. Program ini memberikan arah yang jelas bagi pembinaan prestasi nasional.
Dengan dukungan pemerintah, daerah, federasi, dan masyarakat, DBON diharapkan mampu mencetak generasi atlet berprestasi dunia.
Keberhasilan program ini akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan olahraga Indonesia yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform petanimal.org
