Kolaborasi untuk PON 2028
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai memperkuat langkah strategis menjelang Pekan Olahraga Nasional 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
Langkah tersebut diwujudkan dengan menggandeng perusahaan minyak dan gas (migas) sebagai mitra dalam mendukung peningkatan prestasi atlet. Kolaborasi ini dianggap penting mengingat waktu persiapan yang semakin terbatas.
Gandeng Perusahaan Migas
Salah satu perusahaan yang diajak bekerja sama adalah PetroChina International Jabung Ltd. Pertemuan antara KONI Jambi dan pihak perusahaan menjadi awal dari sinergi antara sektor olahraga dan industri.
Ketua KONI Jambi, Mat Sanusi, menegaskan bahwa dukungan dari pihak swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di daerah.
Evaluasi Prestasi Sebelumnya
Langkah ini juga didorong oleh evaluasi hasil pada PON Aceh Sumut 2024, di mana prestasi Jambi mengalami penurunan dibandingkan capaian di PON Papua 2021.
Kondisi tersebut menjadi alarm bagi KONI Jambi untuk segera melakukan perbaikan sistem pembinaan agar tidak kembali tertinggal pada ajang berikutnya.
Program Pembinaan Atlet
Dalam pertemuan tersebut, KONI memaparkan roadmap pembinaan atlet, kebutuhan fasilitas latihan, serta strategi pengembangan cabang olahraga unggulan.
Fokus utama diarahkan pada cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk meraih medali. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, diharapkan performa atlet Jambi dapat meningkat secara signifikan.
Skema Bapak Angkat
Salah satu inovasi yang diusung adalah program “bapak angkat” untuk setiap cabang olahraga. Melalui skema ini, perusahaan swasta akan menjadi pendukung utama pembinaan atlet di cabang tertentu.
Program ini diharapkan mampu memberikan dukungan finansial dan fasilitas secara lebih fokus, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Jambi, Sudirman, yang juga bagian dari dewan penyantun KONI, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Ia menilai keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama, sehingga keterlibatan pihak swasta menjadi solusi strategis dalam meningkatkan prestasi olahraga.
Perluasan Kolaborasi
Ke depan, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada PetroChina, tetapi juga akan melibatkan berbagai perusahaan lain di bawah koordinasi SKK Migas serta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Langkah ini diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap pembinaan atlet dan menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kuat di Jambi.
Harapan Prestasi Lebih Baik
Dengan sinergi antara pemerintah, KONI, dan sektor swasta, Jambi optimistis mampu meningkatkan prestasi pada PON 2028.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan prestasi olahraga tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan luas dari berbagai pihak untuk mencapai hasil yang maksimal.
Baca Juga : Daftar Olahraga ‘Mewah’ yang Kini Jadi Tren di Gen Z
Cek Juga Artikel Dari Platform : koronovirus

