olahraga.online Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun sektor olahraga daerah. Di tengah keterbatasan fiskal yang masih dirasakan, pemerintah daerah tetap mengalokasikan dana hibah sebesar Rp1 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubu Raya. Langkah ini dipandang sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pembinaan atlet serta penguatan prestasi olahraga di tingkat daerah.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa olahraga tidak diposisikan sebagai sektor pelengkap. Pemerintah daerah menilai bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta membawa nama daerah di ajang kompetisi regional maupun nasional.
Dana Hibah Tetap Dialokasikan Meski Fiskal Terbatas
Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah memang tidak sedang ideal. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga konsistensi dukungan bagi dunia olahraga. Alokasi hibah Rp1 miliar untuk KONI dinilai sebagai bentuk komitmen yang tidak bisa ditawar, meskipun harus dilakukan dengan berbagai penyesuaian anggaran.
Menurutnya, keberlanjutan pembinaan atlet membutuhkan dukungan yang stabil. Tanpa kepastian anggaran, program latihan, keikutsertaan dalam kejuaraan, serta pengembangan sumber daya pelatih akan sulit berjalan maksimal. Oleh karena itu, pemerintah daerah memilih tetap mempertahankan hibah demi menjaga roda pembinaan tetap bergerak.
Evaluasi Hasil Porprov Jadi Alarm Pembenahan
Capaian Kubu Raya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya menjadi bahan evaluasi serius. Posisi di peringkat kedelapan dianggap belum mencerminkan potensi daerah yang sesungguhnya. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal bahwa pembinaan atlet dan manajemen organisasi olahraga perlu dibenahi secara menyeluruh.
Bupati menekankan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Hasil kompetisi merupakan cerminan dari proses panjang yang melibatkan perencanaan, latihan, serta soliditas organisasi. Tanpa kerja kolektif yang kuat, dukungan anggaran sebesar apa pun tidak akan menghasilkan prestasi yang optimal.
Soliditas Pengcab Jadi Sorotan Utama
Selain hasil kompetisi, rendahnya tingkat kehadiran pengurus cabang olahraga dalam rapat koordinasi turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi ini dipandang sebagai indikator lemahnya konsolidasi internal. Padahal, pengurus cabang memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembinaan atlet di masing-masing disiplin olahraga.
Pemerintah daerah berharap seluruh pengcab mampu menunjukkan komitmen yang sama kuatnya dengan dukungan anggaran yang telah diberikan. Tanpa keseriusan dan kebersamaan, program pembinaan berisiko berjalan sendiri-sendiri dan tidak terarah.
Dukungan Anggaran Harus Diiringi Tanggung Jawab
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa dana hibah yang dialokasikan merupakan uang negara yang penggunaannya wajib dipertanggungjawabkan. Seluruh pengelolaan anggaran akan diawasi sesuai ketentuan perundang-undangan dan diaudit oleh lembaga berwenang.
Penekanan ini bertujuan memastikan dana benar-benar digunakan untuk kepentingan pembinaan atlet, bukan sekadar kegiatan administratif. Transparansi dan akuntabilitas menjadi syarat mutlak agar kepercayaan publik terhadap organisasi olahraga tetap terjaga.
Skema Bonus Atlet Jadi Motivasi Tambahan
Tidak hanya fokus pada organisasi, pemerintah daerah juga menyiapkan bentuk apresiasi langsung bagi atlet berprestasi. Bonus sebesar Rp17,5 juta untuk setiap perolehan medali emas ditetapkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras atlet yang mengharumkan nama daerah.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi atlet untuk berlatih lebih serius dan berprestasi di berbagai ajang. Pemerintah menilai bahwa penghargaan yang layak merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan atlet dalam membawa nama daerah.
Harapan Besar pada Pembinaan Jangka Panjang
Pemkab Kubu Raya menaruh harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan olahraga mampu menyatukan visi. Pembinaan atlet tidak boleh bersifat jangka pendek atau hanya berorientasi pada satu event. Diperlukan perencanaan berkelanjutan mulai dari usia dini, pembinaan remaja, hingga pembentukan atlet senior yang siap bersaing.
Pemerintah daerah mendorong agar pengcab lebih aktif menyusun program latihan terstruktur, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperbanyak keikutsertaan atlet dalam kejuaraan sebagai ajang evaluasi kemampuan.
Menuju Prestasi yang Lebih Membanggakan
Dengan dukungan dana hibah yang tetap dipertahankan, pemerintah berharap olahraga Kubu Raya mampu bangkit dan menunjukkan peningkatan signifikan ke depan. Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pengcab, pelatih, dan atlet menjadi kunci utama dalam mewujudkan target tersebut.
Langkah ini bukan sekadar soal angka anggaran, melainkan komitmen bersama untuk menjadikan olahraga sebagai kebanggaan daerah. Jika soliditas terbangun dan pembinaan dilakukan secara serius, Kubu Raya diyakini mampu melahirkan atlet berdaya saing dan prestasi yang lebih membanggakan di masa mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform kabarsantai.web.id
