olahraga.online Perubahan gaya hidup membuat olahraga malam hari semakin diminati, terutama oleh pekerja kantoran. Waktu kerja yang padat sejak pagi hingga sore membuat banyak orang hanya memiliki kesempatan berolahraga setelah pulang kerja. Akibatnya, lintasan lari, lapangan padel, hingga mini soccer kerap ramai pada malam hari.
Olahraga yang dilakukan pun beragam. Sebagian memilih aktivitas ringan seperti jogging atau jalan cepat, sementara yang lain langsung menjalani olahraga intensitas sedang hingga berat seperti sepak bola atau padel. Namun, muncul pertanyaan penting: dengan kondisi tubuh yang sudah lelah seharian bekerja, apakah olahraga malam tetap aman bagi jantung?
Risiko Olahraga Ada di Setiap Waktu
Spesialis kedokteran olahraga dari EMC Healthcare, dr Anita Suryani, SpKO, menegaskan bahwa risiko serangan jantung saat berolahraga sebenarnya bisa terjadi kapan saja. Baik olahraga pagi, siang, maupun malam sama-sama memiliki potensi risiko, tergantung kondisi individu dan cara berolahraga.
Menurutnya, waktu bukanlah faktor utama. Yang jauh lebih menentukan adalah kondisi kesehatan seseorang, intensitas olahraga, serta kesiapan tubuh sebelum memulai aktivitas fisik. Seseorang yang memiliki faktor risiko jantung tetap perlu berhati-hati, kapan pun ia berolahraga.
Kelelahan Jadi Faktor yang Sering Diabaikan
Olahraga malam memiliki tantangan tersendiri karena dilakukan setelah tubuh bekerja seharian. Kelelahan fisik dan mental dapat memengaruhi respons tubuh saat berolahraga. Jika dipaksakan tanpa persiapan yang tepat, risiko cedera maupun gangguan jantung bisa meningkat.
Kondisi kurang tidur, stres kerja, dan asupan makan yang tidak seimbang juga berperan besar. Banyak pekerja langsung berolahraga tanpa jeda pemulihan, padahal tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri sebelum aktivitas intens.
Intensitas Olahraga Harus Disesuaikan
Tidak semua jenis olahraga cocok dilakukan malam hari, terutama setelah hari yang melelahkan. Aktivitas dengan intensitas tinggi seperti sepak bola atau latihan interval berat membutuhkan kondisi tubuh yang benar-benar siap. Jika dipaksakan, lonjakan denyut jantung dan tekanan darah bisa terjadi secara mendadak.
Sebaliknya, olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang lebih disarankan. Jogging santai, bersepeda ringan, atau latihan kekuatan dengan beban moderat bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Kunci utamanya adalah menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh, bukan mengikuti ego atau tren.
Pemanasan dan Pendinginan Wajib Dilakukan
Salah satu kesalahan umum dalam olahraga malam adalah melewatkan pemanasan. Padahal, pemanasan sangat penting untuk mempersiapkan jantung dan otot sebelum bekerja lebih keras. Tanpa pemanasan, tubuh akan “kaget” sehingga meningkatkan risiko cedera dan gangguan kardiovaskular.
Begitu pula dengan pendinginan setelah olahraga. Pendinginan membantu menurunkan denyut jantung secara bertahap dan mencegah pusing atau kelelahan berlebih. Meski terlihat sepele, dua tahap ini berperan besar dalam menjaga keamanan olahraga.
Perhatikan Sinyal Tubuh
Dokter menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh. Jika muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, atau jantung berdebar tidak wajar, aktivitas harus segera dihentikan. Gejala tersebut bukan hal yang boleh diabaikan, terutama bagi mereka yang jarang berolahraga atau memiliki riwayat penyakit tertentu.
Olahraga seharusnya membuat tubuh terasa lebih bugar, bukan justru menimbulkan keluhan serius. Memaksakan diri hanya demi target atau gengsi dapat membawa risiko yang tidak sepadan.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada
Beberapa kelompok perlu perhatian ekstra saat berolahraga malam. Mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau perokok aktif disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum rutin berolahraga.
Usia juga menjadi faktor pertimbangan. Semakin bertambah usia, respons jantung terhadap aktivitas fisik bisa berbeda. Konsultasi dengan dokter olahraga atau dokter jantung dapat membantu menentukan jenis dan intensitas olahraga yang aman.
Manfaat Olahraga Malam Tetap Besar
Meski memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan benar, olahraga malam tetap memberikan banyak manfaat. Aktivitas fisik membantu mengurangi stres setelah bekerja, memperbaiki kualitas tidur, dan menjaga kebugaran secara keseluruhan. Bagi sebagian orang, olahraga malam justru lebih konsisten karena sesuai dengan jadwal harian.
Kuncinya bukan menghindari olahraga malam, melainkan melakukannya dengan cara yang tepat dan aman. Dengan perencanaan yang baik, olahraga malam bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat jangka panjang.
Tips Aman Berolahraga Malam
Agar olahraga malam tetap aman bagi jantung, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Pastikan tubuh sudah cukup istirahat, konsumsi makanan ringan sebelum olahraga jika diperlukan, dan pilih jenis olahraga sesuai kemampuan. Jangan lupa minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
Selain itu, usahakan olahraga selesai tidak terlalu larut agar tidak mengganggu waktu tidur. Tidur yang cukup adalah bagian penting dari pemulihan tubuh dan kesehatan jantung.
Kesimpulan
Tren olahraga malam sepulang kerja adalah respons alami dari gaya hidup modern. Olahraga ini tidak otomatis berbahaya bagi jantung, asalkan dilakukan dengan bijak. Risiko bisa ditekan dengan memahami kondisi tubuh, mengatur intensitas, dan menerapkan prinsip olahraga yang benar.
Dengan pendekatan yang tepat, olahraga malam justru dapat menjadi solusi sehat bagi pekerja perkotaan untuk menjaga kebugaran, mengelola stres, dan melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
