Kebangkitan Marc Marquez Bersama Ducati
Kepindahan Marc Marquez ke Ducati menjadi salah satu cerita terbesar dalam sejarah MotoGP modern. Setelah melewati masa sulit bersama Honda yang diwarnai cedera dan performa motor yang menurun, Marquez justru menemukan kembali versi terbaik dirinya bersama pabrikan Italia tersebut. Hasilnya sangat nyata: gelar juara dunia MotoGP 2025 berhasil ia raih dengan performa dominan.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menandai kebangkitan Marquez sebagai pembalap elite, tetapi juga mempertegas statusnya sebagai aset paling berharga di paddock MotoGP saat ini. Ducati Corse pun merasakan dampak besar dari kehadiran The Baby Alien, baik dari sisi teknis, mental tim, hingga citra global.
Kontrak yang Menjadi Perhatian Ducati
Meski baru saja membawa Ducati ke puncak kejayaan, kontrak Marc Marquez diketahui akan berakhir pada penghujung MotoGP 2026. Situasi ini membuat Ducati Corse harus berpikir jauh ke depan. Dengan reputasi dan pengalaman Marquez sebagai juara dunia berkali-kali, hampir dapat dipastikan banyak tim lain akan tertarik merekrutnya jika kesempatan itu terbuka.
Bagi Ducati, kehilangan Marquez bukan hanya soal kehilangan pembalap cepat. Marquez juga dikenal memiliki kemampuan teknis luar biasa dalam pengembangan motor. Masukannya berperan besar dalam menyempurnakan Desmosedici agar semakin kompetitif di berbagai kondisi lintasan.
Oscar Haro: Ducati Akan Bertahan 110 Persen
Keyakinan bahwa Ducati akan mempertahankan Marc Marquez diungkapkan oleh Oscar Haro, mantan Manajer Tim LCR Honda yang mengenal betul dunia MotoGP. Menurut Haro, Ducati tidak akan ragu menjadikan Marquez sebagai prioritas utama mereka.
Haro menegaskan bahwa performa Marquez di MotoGP 2025 telah membuktikan segala hal yang dibutuhkan Ducati. Gelar juara dunia menjadi validasi sempurna bahwa keputusan merekrut Marquez adalah langkah yang sangat tepat. Oleh karena itu, Ducati disebut akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menjaga sang pembalap tetap berada di Bologna.
Pernyataan Haro bahkan menyebutkan bahwa prioritas Ducati terhadap Marquez mencapai “110 persen”. Angka ini menggambarkan betapa besar kepercayaan dan ketergantungan Ducati terhadap sang juara dunia.
Posisi Marc Marquez di Dalam Struktur Ducati
Menariknya, Haro juga menyinggung bahwa posisi Marquez di Ducati sangatlah kuat. Dalam pandangannya, keputusan penting terkait susunan pembalap Ducati ke depan akan sangat dipengaruhi oleh Marquez. Hal ini menunjukkan betapa besar otoritas moral dan teknis yang kini dimiliki pembalap asal Spanyol tersebut.
Jika suatu saat Ducati mempertimbangkan merekrut pembalap muda berbakat seperti Pedro Acosta untuk menjadi rekan setim, maka keputusan itu diyakini tidak akan lepas dari pandangan Marquez. Ini menandakan bahwa Ducati tidak hanya melihat Marquez sebagai pembalap, tetapi juga sebagai pemimpin proyek jangka panjang.
Dampak Marquez bagi Pengembangan Motor
Salah satu alasan utama Ducati ingin mempertahankan Marc Marquez adalah kontribusinya dalam pengembangan motor. Marquez dikenal sebagai pembalap dengan gaya agresif, presisi tinggi, dan kemampuan adaptasi luar biasa. Masukan teknis darinya membantu Ducati memahami batas motor dengan lebih jelas.
Dengan Marquez, Ducati mampu mengembangkan Desmosedici agar tetap kompetitif di lintasan cepat maupun teknikal. Kombinasi data dari Marquez dan pembalap Ducati lainnya membuat pabrikan Italia ini semakin sulit dikalahkan oleh rival-rival seperti Yamaha, KTM, maupun Aprilia.
Faktor Mental Juara di Dalam Tim
Selain kemampuan teknis, mental juara Marquez menjadi faktor yang sangat berharga. Kehadirannya membawa aura kepercayaan diri ke dalam garasi Ducati. Tim menjadi lebih yakin bahwa mereka selalu memiliki peluang menang di setiap seri.
Mentalitas ini menular ke seluruh struktur tim, mulai dari mekanik hingga manajemen. Ducati kini tidak hanya dikenal sebagai tim dengan motor terbaik, tetapi juga sebagai tim dengan pembalap yang memiliki insting juara luar biasa.
Persaingan dan Godaan dari Tim Lain
Dengan kontrak yang akan berakhir pada 2026, wajar jika spekulasi tentang masa depan Marquez terus bermunculan. Beberapa tim pabrikan diprediksi siap menawarkan kontrak besar demi mendapatkan jasanya. Namun, Ducati berada di posisi yang sangat kuat karena telah memberikan Marquez paket lengkap: motor kompetitif, dukungan penuh, dan peluang juara dunia.
Selama Ducati mampu menjaga stabilitas proyek dan terus memberikan motor terbaik, peluang Marquez untuk hengkang dinilai cukup kecil. Apalagi, kebangkitan kariernya bersama Ducati menjadi bukti bahwa kerja sama ini sangat saling menguntungkan.
Strategi Ducati Menuju MotoGP 2026
Menatap MotoGP 2026, Ducati diperkirakan akan menjadikan Marquez sebagai pusat strategi mereka. Baik dalam pengembangan motor, pemilihan pembalap pendamping, hingga arah jangka panjang tim, nama Marc Marquez akan selalu menjadi pertimbangan utama.
Langkah ini sejalan dengan filosofi Ducati yang ingin mempertahankan dominasi mereka di MotoGP. Dengan Marquez sebagai ujung tombak, Ducati memiliki peluang besar untuk terus menguasai kejuaraan dunia dalam beberapa musim ke depan.
Masa Depan Marc Marquez dan Ducati
Kesuksesan Marc Marquez bersama Ducati pada MotoGP 2025 telah mengubah peta persaingan secara signifikan. Ducati tidak hanya mendapatkan juara dunia, tetapi juga ikon MotoGP yang memiliki daya tarik global. Kombinasi ini membuat Ducati Corse semakin kuat, baik di lintasan maupun di luar lintasan.
Jika Ducati berhasil mempertahankan Marquez hingga setelah MotoGP 2026, maka kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu kemitraan paling sukses dalam sejarah MotoGP. Dengan segala faktor yang ada, wajar jika Ducati menjadikan Marc Marquez sebagai prioritas utama mereka untuk masa depan.
Baca Juga : Pebulu Tangkis Indonesia yang Ganti Paspor Usai Olimpiade
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : iklanjualbeli

