Gaya hidup sehat kerap hadir sebagai tren musiman, ramai dibicarakan di media sosial lalu perlahan menghilang. Namun, bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, hidup sehat seharusnya tidak berhenti pada tren semata. Ia menekankan bahwa kesehatan justru lahir dari kebiasaan yang dijalani secara konsisten, meski sederhana, dan dibangun dari komitmen pribadi.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menjadi keynote speaker dalam panel diskusi bertajuk Policy, Mind & Movement: Public Holistic Health pada rangkaian Kalla Youth Fest 2025 yang digelar di Plaza Mall Ratu Indah, Makassar. Di hadapan generasi muda, Munafri berbagi pengalaman personal, sekaligus memaparkan arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung gaya hidup sehat melalui pembangunan fasilitas olahraga yang inklusif.
Hidup Sehat Dimulai dari Kesadaran Pribadi
Dalam paparannya, Munafri mengawali dengan pengakuan jujur bahwa menjalani hidup sehat bukan perkara instan, bahkan bagi dirinya sendiri. Ia menyebut masih terus belajar menata pola hidup yang lebih baik di tengah kesibukan sebagai kepala daerah.
“Hidup sehat itu bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Saya pun masih belajar,” ujarnya, disambut respons hangat peserta diskusi. Dengan gaya santai, Munafri bahkan berkelakar bahwa sosok paling disiplin menerapkan hidup sehat di rumah justru istrinya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hidup sehat bukan tentang pencitraan, melainkan proses panjang membangun kesadaran. Menurut Munafri, banyak orang ingin hasil instan—tubuh bugar, berat badan ideal, atau stamina prima—tanpa kesiapan mengubah kebiasaan sehari-hari.
Pola Makan dan Disiplin Diri
Salah satu aspek penting yang disorot Munafri adalah pola makan. Ia menilai bahwa di tengah rutinitas padat, masyarakat sering abai terhadap apa yang dikonsumsi. Padahal, asupan harian sangat menentukan kondisi tubuh dalam jangka panjang.
Munafri menyebut konsep intermittent fasting sebagai salah satu alternatif yang mulai ia pahami. Bahkan, ia melontarkan pernyataan yang cukup mengundang perhatian peserta diskusi.
“Saya mulai paham satu hal, bahwa sarapan terbaik itu adalah tidak sarapan,” tuturnya. Pernyataan tersebut bukan ajakan serampangan, melainkan refleksi bahwa tubuh perlu diberi asupan secara tepat dan tidak berlebihan.
Ia juga menekankan pentingnya mengurangi konsumsi gula dan tepung, dua komponen yang menurutnya kerap menjadi sumber masalah kesehatan jika dikonsumsi tanpa kontrol. Bagi Munafri, disiplin makan bukan berarti menyiksa diri, tetapi memahami kebutuhan tubuh.
Olahraga Bukan Sekadar Event
Selain pola makan, Munafri menyoroti kebiasaan berolahraga. Ia mengakui bahwa minat masyarakat terhadap olahraga sebenarnya cukup tinggi. Berbagai kegiatan lari, senam, hingga olahraga komunitas kerap ramai diikuti warga.
Namun, menurutnya, tantangan utama terletak pada konsistensi. Banyak orang rajin bergerak hanya saat ada acara atau event tertentu, lalu kembali pada kebiasaan lama setelahnya.
“Hidup sehat itu bukan soal ikut kegiatan olahraga saja, tapi membangun habit baru yang positif,” tegasnya. Ia menilai olahraga seharusnya menjadi bagian dari rutinitas, bukan sekadar aktivitas insidental.
Anak Muda sebagai Motor Perubahan
Dalam forum tersebut, Munafri secara khusus mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor hidup sehat. Ia menilai anak muda memiliki energi, pengaruh, dan daya dorong yang besar untuk mengubah budaya hidup di masyarakat.
Menurutnya, memilih hidup sehat pasti membawa konsekuensi. Pola makan berubah, jam tidur menyesuaikan, dan kebiasaan lama yang tidak sehat harus ditinggalkan. Namun, perubahan itu tidak akan terjadi tanpa kemauan dari diri sendiri.
“Pemerintah hadir menyiapkan ruang dan fasilitas, tapi gerakannya harus datang dari masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan publik hanya akan efektif jika didukung partisipasi aktif warga.
Komitmen Pemkot Makassar Bangun Ekosistem Sehat
Tidak berhenti pada ajakan moral, Munafri juga memaparkan komitmen konkret Pemerintah Kota Makassar dalam menyiapkan ekosistem pendukung gaya hidup sehat. Ia menyebut Pemkot secara rutin mendukung berbagai kegiatan olahraga setiap bulan.
Namun, ia menegaskan bahwa event semata tidak cukup. Yang lebih penting adalah ketersediaan ruang, fasilitas, dan lingkungan yang memungkinkan masyarakat berolahraga kapan saja.
Salah satu fokus utama adalah pengembangan Lapangan Karebosi sebagai ruang interaksi publik terbesar di Makassar. Kawasan ini direncanakan memiliki berbagai spot olahraga tematik, mulai dari skateboard, lintasan lari, calisthenics, hingga ruang bagi komunitas hobi.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan kawasan ruang terbuka olahraga di Kecamatan Manggala. Langkah ini bertujuan agar warga di wilayah timur Makassar tidak harus selalu menuju pusat kota untuk berolahraga.
Urban Sport Park dan Kolaborasi Swasta
Munafri mengungkapkan bahwa sejumlah taman kota ke depan akan dikelola bersama pihak swasta dengan konsep urban sport park. Konsep ini diharapkan menghadirkan ruang publik aktif yang sehat, aman, ramah anak, sekaligus mendukung interaksi sosial.
Ia juga membuka peluang kolaborasi investasi di sektor sarana olahraga. Menurutnya, pemerintah siap memberikan kemudahan tanpa biaya tambahan bagi pihak swasta yang ingin membangun fasilitas olahraga.
Salah satu contoh yang disebut Munafri adalah olahraga padel yang tengah berkembang pesat di Makassar. Pemerintah, kata dia, tidak akan menghambat investasi yang membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Stadion dan Simbol Kebangkitan Olahraga
Munafri menilai Makassar membutuhkan fasilitas olahraga besar sebagai simbol kebangkitan semangat olahraga. Ia mengakui bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, namun belum diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.
“Tapi kita belum punya stadion yang layak. Insya Allah mulai tahun depan masuk dalam anggaran APBD,” ungkapnya. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menuntaskan pembangunan fasilitas olahraga secara bertahap.
Penutup: Sehat sebagai Budaya, Bukan Tren
Pesan Munafri di Kalla Youth Fest 2025 menegaskan bahwa hidup sehat bukanlah gaya hidup instan yang lahir dari tren, melainkan budaya yang dibangun melalui kebiasaan. Pemerintah dapat menyiapkan kebijakan, fasilitas, dan ekosistem, tetapi keputusan untuk hidup sehat tetap berada di tangan individu.
Bagi generasi muda, momentum ini menjadi ajakan reflektif: bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang. Ketika kebiasaan sehat menjadi bagian dari keseharian, bukan hanya tubuh yang bugar, tetapi kualitas hidup masyarakat pun akan meningkat secara menyeluruh.
Baca Juga : 7 Prodi Paling Menjanjikan di Era Tren Hidup Sehat
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ketapangnews
