Gaya hidup modern membuat banyak orang menghabiskan waktu dengan duduk terlalu lama. Mulai dari bekerja di depan layar, berkendara, hingga bersantai dengan gawai, aktivitas fisik sering kali terpinggirkan. Padahal, kebiasaan terlalu banyak duduk telah lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Di tengah kesibukan tersebut, muncul pertanyaan sederhana namun penting: apakah aktivitas ringan seperti berjalan kaki benar-benar bisa memberikan perlindungan nyata terhadap kanker? Jawaban dari pertanyaan ini kini semakin jelas. Riset terbaru memberikan bukti kuat bahwa berjalan kaki secara rutin, bahkan dengan target yang relatif terjangkau, dapat membantu menurunkan risiko kanker secara signifikan.
Temuan Penting dari Studi Skala Besar
Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine edisi 26 Maret 2025 memberikan perspektif baru tentang peran langkah kaki harian terhadap kesehatan. Studi ini dipimpin oleh Alaina H. Shreves dari University of Oxford, melalui Nuffield Department of Population Health.
Riset tersebut melibatkan lebih dari 85.000 orang dewasa di Inggris yang dipantau dalam jangka waktu panjang. Para peserta menggunakan alat pelacak aktivitas untuk mencatat jumlah langkah harian mereka, sehingga data yang diperoleh bersifat objektif dan akurat, bukan sekadar laporan subjektif.
Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten: semakin banyak langkah yang diambil setiap hari, semakin rendah risiko seseorang untuk mengembangkan kanker. Menariknya, manfaat ini tidak hanya berlaku untuk satu atau dua jenis kanker, melainkan hingga 13 jenis kanker berbeda.
Mengapa 7.000 Langkah Menjadi Angka Penting?
Selama ini, target 10.000 langkah per hari sering dianggap sebagai standar emas untuk hidup aktif. Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan sudah terlihat signifikan sejak angka sekitar 7.000 langkah per hari.
Bagi banyak orang, 7.000 langkah terasa lebih realistis dan mudah dicapai dibandingkan 10.000 langkah. Angka ini setara dengan sekitar 5–6 kilometer berjalan kaki, yang bisa dicapai melalui aktivitas sederhana seperti berjalan ke kantor, naik tangga, atau berjalan santai di sore hari.
Penelitian tersebut menemukan bahwa pada kisaran 7.000 langkah, penurunan risiko kanker sudah cukup tajam dibandingkan dengan individu yang hanya berjalan sekitar 2.000–3.000 langkah per hari. Di atas angka tersebut, manfaat tetap bertambah, tetapi dengan laju yang lebih moderat.
Jenis Kanker yang Risikonya Menurun
Studi ini mencatat penurunan risiko pada berbagai jenis kanker yang umum dan mematikan. Beberapa di antaranya adalah kanker usus besar, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker ginjal, dan kanker endometrium.
Kanker-kanker tersebut diketahui sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, termasuk tingkat aktivitas fisik, berat badan, dan metabolisme tubuh. Dengan berjalan kaki secara rutin, tubuh mengalami perbaikan pada sistem metabolisme, sensitivitas insulin, serta pengendalian peradangan kronis yang sering menjadi pemicu berkembangnya sel kanker.
Mekanisme Tubuh Saat Berjalan Kaki
Berjalan kaki bukan sekadar menggerakkan kaki. Aktivitas ini memicu serangkaian respons biologis yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Saat berjalan, otot-otot besar tubuh bekerja secara ritmis, membantu mengatur kadar gula darah dan lemak dalam tubuh.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan dapat menurunkan kadar hormon tertentu yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker, terutama pada kanker yang sensitif terhadap hormon. Peradangan kronis yang sering muncul akibat gaya hidup sedentari juga dapat ditekan melalui aktivitas fisik rutin.
Tak kalah penting, berjalan kaki membantu menjaga berat badan ideal. Obesitas diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama berbagai jenis kanker. Dengan menjaga berat badan tetap sehat, risiko tersebut ikut menurun secara alami.
Tidak Harus Cepat, yang Penting Konsisten
Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah bahwa manfaat kesehatan tidak semata-mata bergantung pada kecepatan berjalan. Artinya, berjalan santai pun tetap memberikan efek protektif, selama dilakukan secara konsisten dan jumlah langkahnya mencukupi.
Hal ini menjadi kabar baik bagi kelompok usia lanjut atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Tidak perlu berjalan cepat atau melakukan olahraga berat. Aktivitas sederhana, seperti berjalan di sekitar rumah atau lingkungan kerja, sudah cukup memberikan dampak positif.
Relevansi di Era Kerja Duduk
Di era kerja modern, banyak profesi menuntut seseorang duduk berjam-jam setiap hari. Penelitian ini menegaskan bahwa menyelipkan aktivitas berjalan dalam rutinitas harian bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup sehat, melainkan kebutuhan preventif.
Berjalan kaki saat istirahat makan siang, memarkir kendaraan sedikit lebih jauh, atau memilih tangga dibandingkan lift adalah langkah kecil yang jika dilakukan konsisten, dapat memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.
Jalan Kaki sebagai Investasi Kesehatan
Temuan ini memperkuat pesan bahwa pencegahan kanker tidak selalu harus mahal atau rumit. Tidak semua orang memiliki akses ke fasilitas olahraga atau waktu untuk latihan intensif. Namun, hampir semua orang bisa berjalan kaki.
Dengan target 7.000 langkah per hari, setiap individu memiliki peluang lebih besar untuk melindungi diri dari risiko kanker sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain manfaat fisik, berjalan kaki juga berkontribusi pada kesehatan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati.
Kesimpulan
Riset terbaru menunjukkan bahwa berjalan kaki bukan aktivitas sepele. Dengan mencapai sekitar 7.000 langkah per hari, seseorang dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker secara signifikan. Angka ini realistis, mudah diterapkan, dan relevan dengan kehidupan modern yang serba sibuk.
Di tengah meningkatnya prevalensi kanker dan penyakit kronis lainnya, berjalan kaki bisa menjadi salah satu bentuk investasi kesehatan paling sederhana namun berdampak besar. Langkah kecil hari ini dapat menjadi perlindungan besar bagi masa depan.
Baca Juga : 8 Rekomendasi Alat Olahraga di Rumah dan Tips Memilihnya
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : dailyinfo

